Pondok Pesantren Al-Ittihad Cianjur yang diasuh oleh KH Kamali Abdul Ghani yang juga Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Barat, mengingatkan bahaya pandemi Covid-19. Jumlah pasien yang positif terpapar terus bertambah, begitu juga yang meninggal dunia. Beberapa wilayah meningkatkan statusnya dari zona kuning menjadi zona merah.

Humas Pesantren Al-Ittihad Cianjur Wandi Ruswannur (09/10) mengajak seluruh warga pondok dan alumni mengkampanyekan kebiasaan baru dengan slogan 3 M+1 T untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Warga pondok dan alumni diminta untuk membiasakan Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak dan Tidak berkerumun.

“Mari kita semua agar selalu waspada dan sangat hati-hati menghadapi ancaman virus Covid-19,” ajaknya. “Jadi semakin banyak masyarakat yang tahu dengan protokol COVID-19, maka semakin cepat kita bisa membantu memutus mata rantai penularannya,” katanya.

Wandi menuturkan, pesantren memiliki ratusan relawan yang terdiri dari para pengurus terkait penanganan wabah COVID-19. Ratusan anggota relawan tersebut telah dengan suka rela melakukan berbagai aksi untuk membantu penanganan covid-19.

“Mereka biasanya secara spontan ingin ikut membantu dengan cara memberi penjelasan, penyuluhan, termasuk melakukan kegiatan lainnya,” tuturnya

Lanjut Wandi, selama memberikan edukasi, para relawan dengan suka rela menyambangi warga pondok untuk memberikan penjelasan tentang wabah COVID-19 dan bahayanya, serta memberi tahu bagaimana pencegahannya. Para relawan juga mengedukasi warga pondok dan alumni tentang protokol kesehatan yang perlu dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19.

“Semua relawan aktif memberikan himbauan kepada warga pondok dengan menggunakan masker agar menekan penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Sumber: Humas Pesantren Al-Ittihad Cianjur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here