Oleh Ustadz Hikmatul Luthfi 

Untuk itu, perhatikanlah ungkapan dan pesannya ini. Resapilah, renungkanlah dalam diri ini, raihlah motivasi yang tinggi dalam diri untuk senang menuntut ilmu. Berbekal ilmu dengan segala bidangnya, maka enam perkara tersebut beserta cabang-cabangnya akan dapat ditunaikan, yaitu pelaksanaan segala kewajiban, penghindaran kemaksiatan dan pembangkangan, pelaksanaan syukur (terima kasih), perlakuan adil di antara makhluk, bersabar, dan penghindaran dari godaan syetan.

Ilmu dengan segala keutamaan, keistimewaan, dan kelebihannya menjadikan segala hal yang terkait dengannya menjadi mulia pula, yaitu pemiliknya, pencarinya, pengamalnya, pencintanya, dan pengikutnya, begitu pula dengan sarana dan prasarana yang menghantarkan kepadanya.

Dengan ilmu seseorang dapat mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Dunia yang sebentar dan sementara menjadi penting untuk dikelola berdasarkan ilmu sehingga urusan dunia menjadi maslahat dan pada akhirnya dapat membawa kepada kebahagiaan yang abadi di akhirat.  

Banyak doa yang dipanjatkan agar mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. Salah satu doa yang masyhur dibaca di bumi nusantara ini adalah doa selamat. Doa selamat ini paling tidak memuat 12 permohonan, dan salah satu permohonannya adalah permohonan “bertambahnya ilmu,” yaitu (وَ زِيَادَةً فِى الْعِلْمِ). 

Sepertinya doa selamat ini merupakan penjabaran dari doa kebahagiaan dunia dan akhirat sebagaimana firman Allah:

رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

“…Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (Q.S. Al-Baqarah: 201)

Untuk ilmu kasbi tentu tidak hanya berdoa tetapi juga ikhtiar, usaha, kasab, dan tasabbub yaitu dengan giat belajar dan senantiasa bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Wallahu a’lam…

Referensi:

Jalal-Din al-Suyuthi, Thabaqat al-Mufassirin, h. 115-116
Muhammad Ar-Razi Fakhr al-Din, Tafsir al-Fakhr Ar-Razi, Juz. 2, h. 200-201
Syams al-Din al-Dzahabi, Siyar A’lam al-Nubala, Juz. 21, h. 500-501
Taha Jabir al-‘Ulwani, Fakhr al-Din wa Mushannafatuh, h. 84-101
Taj al-Din al-Subki, Thabaqat al-Syafi’iyyah al-Kubra, Juz. 8, h. 93.

Penulis adalah Nahdliyin kelahiran Cibadak, Kabupaten Sukabumi

Sumber : https://jabar.nu.or.id/detail/resep-imam-fakhruddin-ar-razi-agar-gemar-menuntut-ilmu–bagian-2-habis-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here