aisjabar.or.id – Hampir satu hari gedung di Pondok Pesantren Nurul A’in Kabupaten Bandung ditutupi seng oleh ahli waris. Namun, seng tersebut akhirnya dibuka kembali.
Setelah dilakukan mediasi oleh pihak pemerintah setempat, sejumlah solusi disepakati. Seng yang menutupi rumah pengurus Ponpes dan asrama santriwati tersebut dibongkar kembali oleh sejumlah warga.

“Alhamdulillah sesuai kesepakatan, proses belajar mengajar dari hari ini dan ke depan normal. Tidak ada halangan apa-apa,” ujar Pengurus Ponpes Nurul A’in Ahmad Syahidin, Senin (12/10/2020).

Seperti pantauan detikcom, di Ponpes Nurul A’in. Sejumlah warga dan santri berbondong-bondong membongkar seng dan bambu yang berdiri menutupi rumah dan asrama.

Terdengar pula solawat serta takbir yang dikumandangkan sejumlah santri yang menyaksikan proses dibongkarnya seng tersebut. Proses pembongkaran tersebut pun menjadi tontonan warga sekitar.

“Dari pihak saya selaku pengasuh mudah-mudahan ini kejadian adalah menjadi pembelajaran untuk kita semua. Mudah-mudahan Allah memberikan jalan yang baik, menjadi pesantren tempat pendidikan anak anak santri yang Alloh berikan ilmu yang bermanfaat. Dan kepada semua yang ikut serta dalam pembangunan pesantren di dalamnya diberikan keberkahan,” ujar Syahidin.

Ponpes Nurul A’in sudah berdiri sejak 2005 silam. Pada awalnya, lokasi ponpes merupakan tanah yang diwakafkan oleh salah satu jamaah dari majlis talim yang dipimpin oleh Syahidin dan mertuanya.

Syahidin mengatakan, beberapa poin telah disepakati oleh kedua belah pihak dalam forum mediasi tersebut. Dirinya pun akan menerima apabila nantinya ponpes yang luasnya sekitar 336 meter persegi itu akan dijual ataupun akan dipindahkan.

“Hasil musyawarah tersebut, dari pihak pertama yaitu ahli waris yang kesatu itu dibukanya seng. Yang kedua untuk tidak menghalangi proses belajar mengajar,”

“Dan yang bagi pihak saya, kalau nanti pihak pertama akan mengeluarkan (menjual atau memindahkan) pesantren ini, kami tidak menghalangi. Dan saya memang tidak pernah menyampaikan akan menghalangi,” paparnya.

AAT

Warta : detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here