Bandung,- Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2020, Rabithah Ma’ahid al Islamiyah Nahdhatul Ulama (RMI-NU) Jawa Barat  menggelar aneka lomba untuk para santri, Rabu (28/10). Dalam kegiatan itu, RMI-NU Jawa Barat menggandeng para pegiat dakwah digital yang tergabung dalam Arus Informasi Santri Nusantara (AISNU) Regional Jawa Barat.

Ketua RMI-NU Jawa Barat, KH. Amin Maulana mengatakan, perlombaan yang digelar dalam rangka memeriahkan HSN 2020 berkolaborasi dengan AISNU Jawa Barat baru pertama kali dilakukannya. “Kerjasama ini pertama kali kita lakukan, dan respon teman-teman AISNU sangat bagus dan sangat antusias menyambut positif kerjasama ini,” kata Amin saat diwawancarai via whatsapp pada hari selasa pukul 21.10 WIB.

Ia juga berharap, kedepan pihaknya akan terus menjalin kerjasama untuk mengembangkan kreatifitas santri dalam ranah digitalisasi dakwah. “Untuk selanjutnya kita siap bekerjasama dengan AISNU untuk pengembangan media dakwah digital santri dan pesantren,” lanjutnya.

Amin dalam wawancaranya juga menginginkan agar seluruh pesantren di Jawa Barat memiliki media informasi dan berharap terjalin komunikasi antar pesantren satu dengan yang lainnya.

“Pesantren wajib punya media informasi agar tidak mudah terpengaruh hoax, dan bisa melawannya dengan memberikan informasi yang baik dan benar melalui medianya,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator AISNU Jawa Barat, Adhia Ahmad Turmudzi mengatakaan, kegiatan kerjasama ini sebagai wujud sinergi antara aktifis santri digital AISNU Jawa Barat dengan lembaga yang menaungi pondok pesantren Nahdlatul Ulama yakni RMI-NU Jawa Barat.

“Kegiatan kolaborasi seperti ini harus terus ada, sebagai bentuk sinergi antara lembaga kepesantrenan dengan kaum santri milenial yang fokus pada bidangnya dengan tidak mengurangi nilai-nilai santun sebagai santri,” kata Adhia.

Kemudian ia juga mengatakan, ada tugas dan tujuan bersama yang harus senantiasa dijaga dan diwujudkan oleh RMI-NU dan AISNU.

“Kalau RMI-NU tetap mempertahankan nilai lama yang baik, sedangkan AISNU  menciptakan ide-ide dan gagasan-gagasan yang lebih fresh sehingga dapat menerapkan suatu hal sesuai dengan zamannya. Jadi keduanya saling melengkapi,” pungkas Adhia.

Pemenang kejuaran perlombaan telah diumumkan pada malam puncak peringatan HSN Jawa Barat, pada tanggal 28 Oktober 2020 yang akan diisi terlebih dahulu oleh mauidzoh hasanah, pemutaran video nominasi 5 besar, musikalisasi puisi resolusi jihad, sholawat nabi, dan launching program gerakan 1.000 website pesantren.

Hasil Juara Lomba

Antusiasme peserta pada perlombaan yang diselenggarakan RMI-NU Jawa Barat berkolaborasi dengan AISNU ini ternyata di luar dugaan, tercatat lebih kurang 109 peserta dari pelbagai pesantren di Jawa turut berkontribusi.

Ketua PW IPPNU Jawa Barat, Siti Latifah dan Sekretaris PW IPPNU Jawa Barat Siti Fatonah didaulat membaca 5 nominasi peserta esai terbaik, “ Juara pertama di raih oleh Farhan Abdillah, delegasi dari Ponpes Riyaadlul Husna Tasikmalaya. Juara kedua Naqsya Fitri Al-mumtaz dari Ponpes Nurul Ulum Putri Malang,”ujar Puput sapaan akrabnya.

Juara ketiga, lanjut Puput, diraih oleh Muhammad Satrio dari Ponpes Al-Ghozali.”Adapun juara harapan satu diraih oleh Nanda Fitria Salsabila dan juara harapan dua diraih oleh Dede Imam Muharom dari Ponpes KH. Zainal Musthafa Sukamanah,” ungkap Puput.

Lanjut 5 nominasi lomba video kebiasaan baru di pondok pesantren  dibacakan langsung oleh Sekretaris RMI-NU Jawa Barat, Endi Suhendi. “Juara pertama dimenangkan oleh Pontren Fathul Huda, juara kedua diraih oleh Pontren Cijawura, dan juara ketiga diraih oleh Pontren Putri Al Muthmainnah.” Ungkap Endi.

Adapun juara harapan satu diraih oleh Pontren Darul Qurro dan juara harapan dua diraih oleh Pontren Bahrul Ulum al-Mursyidi.

Dalam kesempatan yang sama Adi Suprihadi selaku Wakil Koordinator AISNU Jawa Barat mengumumkan pemenang lomba infografis. “Juara pertama diraih oleh Ponpes Darussyariah Assujaiyyah. Juara kedua diraih Ponpes Tarbiyatul Wildan, dan juara ketiga Ponpes Darussyariah Assujaiyyah,”ujar Adi.

Adi mengungkapkan bahwa Dewan Juri sempat kebingungan dengan calon pemenang lomba video kebiasaan baru di Pondok Pesantren ini. Pasalnya, pondok pesantren saat ini ternyata sudah berbakat dalam bidang media.

”Terbukti banyak sekali peserta yang mengikuti lomba ini,”pugkasnya.

Rachmi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here